Bila pekerjaan kita disandarkan kepada Allah maka Allah akan membantu kita merealisasikan pekerjaan itu dan bahkan akan mengembangkannya dan menjaga agar tetap lestari. Namun bila pekerjaan itu disandarkan pada diri sendiri yang artinya bukan karena Allah atau karena niat-niat yang lain maka Allah pun berlepas dari pekerjaan itu, sehingga terasa berat sekali menjalankan pekerjaan yang sedang dilakukan.
Konsep ikhlas seperti ini membuat manusia terus bergantung dengan Allah dan dia akan terasa ringan karena Allah membersamai dan menolong setiap langkah-langkah yang dilakukan. Bila pengertian ikhlas seperti ini maka ikhlas menjadi kebutuhan, karena dengan ikhlas Allah membersamai, membantu, mengembangkan dan merawat.
Dengan demikian, maka ikhlas adalah kebutuhan bukan lagi sebuah beban yang selama ini kita pahami. Apabila itu kebutuhan, maka akan diakukan dan diraihnya semaksimal mungkin… wallahu a’lam…
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk selalu ikhlas dalam menjalani tanggung jawab sebagai makhluk yang diciptakan-Nya..
Amin ya robbal alamin
[Abu Najm Zarkasyi Afif]