Ponorogo[15082026]. Sebuah perjalanan panjang dalam khidmat kepada Al-Qur’an memasuki babak baru. Mushaf Gontor, yang penulisannya telah berlangsung selama lebih dari dua tahun, kini mulai memasuki proses pencetakan. Seremonial Pencetakan Mushaf Gontor dilaksanakan di Percetakan Darussalam, Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
Acara diawali dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti seluruh karyawan, pengurus Percetakan Darussalam, serta para masyayikh dan asatidz senior. Khataman dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.
Suasana khidmat mengiringi dimulainya pencetakan mushaf yang lahir dari sebuah proses panjang tersebut. Dalam sambutannya, K.H. M. Akrim Mariyat mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hijr ayat 9:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya. (Al-Ḥijr [15]: 9)
Menurut beliau, ayat tersebut menegaskan bahwa pada hakikatnya Allah-lah yang menurunkan sekaligus menjaga Al-Qur’an. Namun, dalam proses penjagaan itu, Allah memilih hamba-hamba-Nya untuk ikut mengambil bagian.
“Hakikatnya yang menurunkan dan menjaga Al-Qur’an adalah Allah, dan Dia memilih di antara makhluk-Nya untuk terlibat dalam prosesnya,” tutur beliau.
Ketika Allah Berkehendak, Allah Siapkan Sebab-sebabnya
Lebih lanjut, K.H. M. Akrim menjelaskan bahwa ketika Allah menghendaki suatu perkara dan memilih hamba-Nya untuk terlibat di dalamnya, Allah pula yang akan menyediakan berbagai sebab dan fasilitas yang menunjang terlaksananya kehendak tersebut.
Beliau mengutip sebuah ungkapan:
إن الله إذا أراد شيئًا هيأ له الأسباب
“Sesungguhnya apabila Allah menghendaki sesuatu, Dia akan menyediakan sebab-sebab untuk mewujudkannya.”
Pandangan tersebut kemudian beliau kaitkan dengan perjalanan Masyru’ Mushaf Gontor. Proyek penulisan mushaf ini pada mulanya bukanlah sesuatu yang direncanakan oleh Trimurti, para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Namun, perjalanan demi perjalanan akhirnya mengantarkan Gontor pada penulisan mushaf Al-Qur’an lengkap 30 juz.
Penulisan Mushaf Gontor dilakukan oleh Ust. Muhammad Nur bin Jamaluddin dan diselesaikan dalam waktu dua tahun satu bulan. Setelah melewati berbagai tahapan, pada hari seremonial tersebut Mushaf Gontor akhirnya memasuki proses pencetakan.
Bagi K.H. M. Akrim, rangkaian perjalanan tersebut merupakan salah satu gambaran bagaimana kehendak Allah bekerja. Ketika Allah menghendaki sesuatu, Allah pula yang menghadirkan sebab-sebab yang mengantarkannya menuju keberhasilan.
FPQ Membersamai khidmat mulia ini
Forum Pelayan Al-Qur’an (FPQ) bersyukur mendapat kehormatan untuk turut membersamai Masyru’ Mushaf Gontor sampai tahap pencetakan hari ini merupakan wujud manifestasi dari visi dan misi FPQ, yaitu pelayanan terhadap Al-Qur’an dan ahlul Qur’an. Bagi FPQ, kesempatan untuk turut berkhidmat dalam proses tersebut bukan semata-mata sebuah perencanaan manusia, melainkan bagian dari kehendak dan pertolongan Allah SWT.
Para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor telah memberikan teladan tentang arti sebuah pengabdian yang tulus karena Allah. Dari ketulusan itulah Allah memberikan pertolongan, membuka jalan, dan menghadirkan berbagai fasilitas yang diperlukan untuk keberlangsungan perjuangan.
Semangat yang sama menjadi doa bagi Forum Pelayan Al-Qur’an: semoga FPQ senantiasa mampu berkhidmat kepada Al-Qur’an dengan tulus karena Allah, serta senantiasa mendapatkan pertolongan dan ridha-Nya.
Dalam Seremonial Pencetakan Mushaf Gontor tersebut, dari Forum Pelayan Al-Qur’an hadir Zarkasi Afif selaku Pembina FPQ, bersama Saefudin dan Setya Bhawono.
Dimulainya pencetakan Mushaf Gontor bukan sekadar proses produksi sebuah mushaf. Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap ikhtiar untuk Al-Qur’an, ada kehendak Allah yang menggerakkan, mempertemukan, memudahkan, dan menyediakan sebab-sebab-Nya.
Semoga Mushaf Gontor menjadi bagian dari khidmat panjang untuk Al-Qur’an, membawa manfaat seluas-luasnya bagi umat, serta menjadi amal jariyah bagi setiap pihak yang terlibat di dalamnya.
by Zarkasi Afif