Connect with us

Kegiatan Pelayan Quran

Menjawab Tantangan Transformasi Digital; Forum Pelayan Qur’an (FPQ) Sukses Gelar Sarasehan dan Diskusi Panel

Published

on

Proses Penyerahan Cinderamata Kepada Narasumber. (Foto: Dok. FPQ)

Forum Pelayan Al-Qur’an (FPQ) sukses menggelar Sarasehan dan Diskusi Panel di Aula Pusdiklat Kemenag RI, Ciputat, Tangerang Selatan Sabtu (29/07/2023). Tujuan diskusi panel  dan sarasehan diadakan adalah guna memberikan pembekalan dan arahan untuk kemaslahatan selama menjadi pengurus FPQ 2023-2027.

Diskusi Panel yang mengusung tema besar “Khidmat Al-Qur’an dalam Transformasi  Digital: Tantangan, Peluang, dan Terobosan” dengan para tokoh diantaranya  Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, yang merupakan Pembina Yayasan Pelayan Al-Qur’an Mulia, H. Mohammad Suryo Alam, Ak, MBA, sebagai Pembina Yayasan Pelayan Al-Qur’an Mulia,  Dr. Eva Nugraha, M.Ag, selaku akademisi dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,  Gus Hamim (Guru), Kyai muda yang biasa dikenal dengan “Haji Backpacker”, dan Sigit Ariansyah  yang merupakan Sutradara Film Sejarah 2 Ulama. Sementara itu, diskusi dimoderatori oleh Ust. Dr. Hasan Basri, SQ, M.A.

Diskusi panel berlangsung menarik diantara para narasumber ditambah antusias para pengurus FPQ.

Perlu adanya inovasi kedepan guna menghadapi tantangan umat, yang terpenting dari sebuah perjuangan adalah ikhlas dan kontinuitas (istiqamah) merupakan kunci dari keberkahan. Dan kita harus yakin keberkahan Al Qur’an. Lebih lagi, Khidmat kepada Al-Qur’an senantiasa membawa keberkahan,” ujar Ahsin Sakho.

Penyampaian Materi oleh Narasumber. (Foto: Dok. FPQ)

Paparan ilmiah H. Mohammad Suryo Alam, Ak, MBA, selaku pembina memberikan pengarahan kepada pengurus terhadap akuntabilitas dan manajemen forum.

Rekomendasi terhadap pengurus kedepan, harus mengedepankan akuntabilitas dan manajemen penggunaan dana, selain daripada itu kita kedepan harus mulai aktif kembali melakukan kaderisasi kepada mahasiswa. Untuk memberikan dampak yang luas kepada masyarakat pada saat kegiatan Khataman perlu dilakukan offline dan online, agar masyarakat juga mengetahui akan program ini,” kata dia.

Selaku akademisi, Dr. Eva Nugraha, M.Ag mengapresiasi Forum Pelayan Qur’an sebagai bukti bahwa di era digital sekalipun, forum seperti ini tetap mendapatkan penerimaan yang tinggi di masyarakat.

Munculnya FPQ bukti bahwa teori sekularisasi itu gagal, dengan mengatakan bahwa teknologi akan membuat orang tidak lagi butuh beragama. Justru, teknologi digunakan sebagai alat untuk mencari informasi keagamaan.” Eva juga menegaskan bahwa tantangan teknologi menyebabkan otorisasi dalam keagamaan menjadi berkurang.

Sementara itu, Gus Hamim menyatakan bahwa dalam menjalankan programnya, FPQ harus terus berprasangka baik dengan Allah SWT.

Tidak boleh ada keraguan dalam diri, hal ini akan menjaga keberkahan Qur’an dalam hati kita. Kader dan Pengurus FPQ senantiasa terbiasa untuk positive feeling (husnuzan).

Disamping pengarahan spiritual. Diskusi panel ini menghadirkan Sigit Ariansyah yang merupakan seorang Sutradara. Sigit menegaskan bahwa FPQ dan kita sudah berada di era digital dan diharapkan mampu berpikir kreatif dan inovatif serta lebih memperhatikan kehidupan guru dan pengajar ngaji di desa-desa.

Kita sedang berada di era digital. Hal ini harus diikuti inovasi. Inovatif, adaptasi, penguasaan terhadap AI, creative thinking, dan Kolaborasi. FPQ harus segera memikirkan regenerasi kader yang menguasai AI dan teknologi. Selain itu, FPQ sudah harus mulai memikirkan untuk menciptakan website Al Qur’an berbasis AI, membanjiri medsos dengan Konten Qur’ani misal melalui Film, musik,” bebernya.

Melalui Sarasehan dan Diskusi Panel ini FPQ berharap dapat menjawab Tantangan, Peluang dan Melakukan Terobosan melalui program-programnya kedepan.

Selanjutnya sebagai penutup diskusi. Dr. Hasan Basri, SQ, M.A. selaku moderator menyatakan bahwa:

Pencapaian FPQ salah satunya adalah berhasil melakukan distribusi 1 Juta Mushaf Al-Qur’an, Donasi dan bantuan kepada Guru Ngaji, kedepannya untuk melakukan terobosan adalah dengan membangun lembaga pendidikan sejenis Pesantren,” ujar Hasan. (ZA)

Note: Hasil dan Rekomendasi dari Diskusi Panel

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *