Connect with us

Hikmah

Tawakkal Seperti Burung

Published

on

Photo: internet

Rasulullah saw memberikan perumpamaan yang indah bagi mereka yang bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal. Beliau seakan meminta umatnya utk bercermin kepada burung dalam tawakkalnya…

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari sahabat Umar bin Khottob r.a. bahwa ia telah mendengar Rasulullah bersabda:

”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan tembolok yang kosong dan kembali sore harinya dalam keadaan penuh makanan dalam temboloknya.”

Rasul yang agung memberikan petunjuknya bahwa tawakkal burung adalah gambaran tawakkal yang benar, sehingga Allah memberikan rizki-Nya untuk mereka. Kita bertanya-tanya bagaimana burung bertawakkal…?

Mari kita bersama mengamati kehidupan burung, khususnya dalam mencari makanan sebagaimana hadis di atas. Namun hal ini akan berbeda antar satu dengan lainya dalam mencari hikmah kehidupan burung. Adapun menurut sebagian orang, ada beberapa prilaku burung yang bisa ditiru oleh manusia, diantaranya adalah:

  • Hampir setiap burung bangun pagi buta jauh sebelum matahari terbit. oleh karena itu, orang tua kita memberikan nasehat; “Kalau kamu bangun siang, maka rizkimu dipatok burun/ayam”
  • Setiap burung di pagi hari berkicau, seakan mengajak alam semesta termasuk manusia bertasbih kepada Allah, sebagaimana firman-Nya,
عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ عَنْ النَّبِيِّ قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا»، رواه أبو داود
“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada umatku di setiap paginya”.
  • Burung diberikan Allah karunia penciuman yang kuat, hingga dapat memprediksi wilayah yang penuh dengan makanan hari itu dan kemampuan untuk kembali ke habitatnya meskipun telah terbang bermil-mil. Tentunya manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna dalam ciptaan-Nya, pasti memiliki kemampuan menganalisa dan memprediksi segala potensi dan peluang yang dihamparkan Allah setiap harinya. Manusia pasti lebih pandai dari burung dalam menentukan target untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi keluarnya manusia dari rumahnya haruslah dengan perhitungan dan strategi sebagaimana burung keluar dari sarangnya.

Berdasar prilaku burung di atas, pantaslah bila Rasulullah saw memberikan perumpamaan tawakkalnya burung. Sebuah nasehat yang mudah dicerna untuk menjelaskan konsep tawakkal yang rumit, karena tawakkal adalah cerminan jiwa. Jiwa yang penuh keimanan akan senantiasa berfikir positip terhadap Allah dan takdir-Nya, bahwa rizkinya telah ditetapkan-Nya, sehingga akan diraihnya dengan cara yang baik sesuai aturan.

Usahanya dalam bekerja menjadi kualitas keimanannya, baik menurut Allah maupun manusia. Seorang yang bekerja pasti terlibat dalam lingkaran aktivitas manusia bahkan alam semesta untuk saling memberikan manfaat bagi sesama. Seorang bos telah memberikan kontribusi bagi manusia lainnya, demikian juga karyawan turut memberikan kemanfaatan bagi usaha bosnya. Tidak ada seorang pun dalam usahanya mencari rizki terlepas dari lingkaran tersebut. Itulah nilai bekerja yang menjadi kualitas keimanan, sebagamana sabda Rasulullah…

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).” (HR. Ahmad dari Jabir r.a)
Wallahu a’lam…
(Ustadz Zarkasyi Afif, MA)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *