[ورد في الحديث الصحيح أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( إنك لن تدع شيئاً لله عز وجل إلا بدلك الله به ما هو خير لك منه ) [رواه أحمد
Disebutkan dalam hadis shahih bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Sungguh apa saja yang kamu tinggalkan karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan apa yang lebih baik bagimu. [H.R. Ahmad.]
Sebagaimana diceritakan bahwa diantara orang-orang yang shalat berjamaah bersama Rasulullah saw ada seseorang yang terkenal suka mencuri harta, menyakiti orang dan melampaui batas. Suatu hari ia mendengarkan Rasulullah saw bersabda: من ترك شيئا لله عوضه خيرا منه “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik”.
Ungkapan tersebut sangat membekas di hatinya, akan tetapi dorongan nafsunya tetap memengaruhi prilaku jeleknya. Hingga pada suatu malam ia telah menentukan target oprasinya pada rumah seorang janda mukminah. Ia memeriksa setiap kamar hingga menemukan makanan. Namun ketika hendak mengambilnya ia teringat sabda Rasulullah saw di atas, maka ia mengurungkan niat utk mengambilnya meskipun ia menginginkannya.
Ia terus memeriksa kamar lain sampai menemukan perhiasan dari emas yang membuatknya ingin mengambilnya, namun ungkapan dan nasehat Rasulullah saw muncul kembali hingga ia meninggalkan perhiasan tersebut.
Ahirnya ia menemukan seorang wanita cantik sedang terlelap dalam tidurnya. Setan membisikkan dan dorongan sahwatpun menggelora untuk mendekati wanita tersebut. Lagi-lagi ia teringat ungkapan Rasulullah saw di atas: من ترك شيئا لله عوضه خيرا منه “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik”. Ia sangat yakin dengan ungkapan tersebut bahwa kalau ia meninggalkan makanan, perhiasan dan wanita saat ini karena takut kepada Allah, pasti Dia yang Maha Kaya akan menggantinya dengan apa yang lebih baik. Ahirnya ia pun keluar rumah tanpa mengambil apa pun.
Esok harinya ia tetap ke masjid Nabawi untuk shalat Shubuh bersama Rasulullah saw. Selepas shalat ia duduk menyendiri di sudut masjid sambil merenung apa yang telah terjadi. Pada saat yang sama wanita pemilik rumah mendatangi Rasulullah saw utk curhat tentang kejadian semalam dan dia terheran sekaligus kagum dengan pencuri yang tidak mengambil apa pun dari rumahnya.
Rasulullah saw terseyum mendengar ceritanya dan bertanya, apakah kamu sendirian? Dia menjawab, betul, suami saya sudah meninggal lama. Maka Rasulullah saw menunjuk dan memanggil lelaki tadi dan bertanya: apakah kamu punya istri? Ia menjawab, saya sendiri, istri telah meninggal lama. Rasulullah saw menanyakan keduanya, apakah kalian mau menikah? Keduanya tidak menjawab krn malu kepada Rasulullah saw. Ahirnya Rasulullah saw menikahkan keduanya. Sang lelaki terharu hingga menangis dan menceritakan kejadian sebenarnya secara utuh, termasuk keyakinan bahwa ucapan Rasulullah saw pasti benar karena beliau tidak pernah berbohong. من ترك شيئا لله عوضه خيرا منه “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Cerita tersebut semakin mengokohkan sang wanita bahwa pilihan Rasulullah saw pasti baik. Pagi itu pun keduanya pulang ke rumah sang istri, ia memakan makanan yang semalam ditinggalkannya dengan halal, ia pun memiliki perhiasan emas dengan halal, hingga ia dapat bersenang-senang dengan wanita tersebut dalam keadaan halal.
Itu sekelumit contoh, bahkan seorang pencuri yang mengurungkan niatnya, Allah janjikan akan mengganti untuknya dengan apa yang lebih baik dari barang yang akan dicurinya. Dalam kasus di atas, halal lebih baik dari haram. Dan masih banyak lagi contoh dan tauladan yang sering kita mendengarnya.
Jangan pernah ragu untuk meninggalkan sesuatu, baik yang mubah apa lagi yang haram. Selagi kita niatkan karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan apa yang lebih baik. Keyakinan atas jaminan Allah inilah yang dapat mengalahkan syahwat nafsu dan setan. Semoga Allah senantiasa memberikan taufiqNya kepada kita untuk selalu meninggalkan maksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Dan memberikan kekuatan utk menjalankan ibadah dan hal yang bermanfaat… Amin
[Abu Najm Zarkasyi Afif]