Connect with us

Hikmah

Ngopi Sebagai Wasilah Menjadi Wali

Published

on

Wali adalah hamba pilihan yg dicintai Allah ﷻ karena memperoleh ridhaNya. Mereka senantiasa menjaga imannya dan meningkatkan ketakawaan dengan berbagai ketaatan, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Berusaha meninggalkan hal-hal yg dibenci Allah ﷻ apalagi bermaksiat kepada-Nya.
Hidupnya selalu diwarnai oleh nilai-nilai religius yg bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ, mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali di malam harinya.

Salah satu hal yang diperhatikan dalam hudupnya adalah makan dan minumnya, kerena ia memahami betul bahwa ni’mat Allah ﷻ ini yang menjadikan dirinya bisa menyambung hidup. Memperbaiki cara memperolehnya dengan cara yang diridhai-Nya, dan memenuhi hajatnya sesuai tuntunan kekasih-Nya ﷺ.

Rasulullah ﷺ membimbing umatnya dalam adab makan dan minum dengan berbagai sunnahnya, diantaranya adalah mengonsumsi makanan halal, mencuci tangan, baca Bismillah sebelum makan dan menggunakan tangan kanan, tidak mencela makanan, tidak berlebihan (tidak mubazir), mengakhiri dengan doa dan masih banyak lagi adab dalam makan dan minum.

Pembahasan kali ini dibatasi pada sabda Rasulullah ﷺ berikut ini

عن أنس – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: إن الله ليَرضى عن العبد أن يأكل الأَكلة، فيَحمده عليها، أو يشرب الشَّربة، فيحمده عليها رواه مسلم

dari sahabat Anas r.a. berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Sungguh Allah sangat meridhai seorang hamba yang makan satu suapan lalu ia memuji Allah atas nikmat tersebut atau nimum satu tegukan lalu memuji Allah atas nikmat tersebut (HR. Muslim)

Memahami kata اكلة dan شربة dalam hadis ini ada dua pendapat. Bahwa makna kedua kata tersebut – aklah dan syurbah – dipahami sebagian ulama dengan makan dan minum dari awal sampai selesai, sehingga hadis tersebut mengajurkan mengucap alhamduillah cukup setelah minum atau setelah makan.

Pendapat kedua memaknai kedua kata tersebut dengan sesuap untuk aklah dan seteguk/seruputan untuk syurbah, sehingga anjuran membaca alhamdulillah diucapkan setiap kali suapan makanan atau setiap kali tegukan/seruputan minuman. Keduanya pendapat ini mempunyai dalil masing2.

Bila kita kembalikan kepada tema ini, maka penikmat kopi adalah hamba Allah ﷻ yang bisa menikmati setiap seruputan kopinya, bila hal itu diiringi bersyukur dengan ucapan alhamdulillah, maka penikmat kopi akan memperoleh keridhaan Allah sebagai modal menjadi kekasih-Nya. Hal inilah yang menjadikan “NGOPI” punya keistimewaan. Tentunya keutamaan dan keridhaan Allah ﷻ ini diberikan kepada siapa pun yang bersyukur dengan mengucap alhamduillah bila minum dan makan apa pun jenisnya.

Penikmat kopi akan meminun kopinya seruputan demi seruputan sambil menikmati pahitnya sejak dihidangkan dalam keadaan panas hingga seruputan akhir meski telah dingin. Adakah minuman atau makanan lain yang dinikmati oleh penikmatnya sebagaimana “ngopi”?
Mari jadikan makan dan minum sebagai wasilah memberoleh keridhaan Allah…
[Abu Najm Zarkasyi Afif]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *