Connect with us

Hikmah

TAUBAT: KEMBALI DAN MEMOHON ALLAH MENJAGA

Published

on

Taubat berarti kembali. Kembali kepada Allah setelah kita menjauh dari-Nya.

Karena itu, taubat bukan sekadar istighfar. Istighfar adalah memohon ampun, sedangkan taubat menuntut penyesalan, tekad yang kuat untuk berhenti, dan komitmen untuk tidak mengulangi dosa yang sama.

Namun ada satu hal yang terkadang terlupakan ketika kita bertaubat: memohon pertolongan Allah agar kita mampu menjaga taubat itu.

Sebab manusia boleh berazam sekuat-kuatnya, tetapi tanpa pertolongan Allah, ia tetap lemah di hadapan godaan dirinya sendiri.

Maka dalam taubat, jangan hanya berkata, “Ya Allah, ampuni aku,” tetapi juga memohon, “Ya Allah, tolonglah aku. Bentengilah aku. Jangan biarkan aku kembali kepada jalan yang telah Engkau keluarkan aku darinya.”

Kita percaya Allah mampu membangun “dinding” yang kokoh antara diri kita dan dosa masa lalu. Bahkan Allah mampu membersihkan bekas-bekas keburukan itu dari pikiran dan jiwa kita, sehingga sesuatu yang dahulu menggoda tidak lagi menarik untuk diingat, apalagi diulangi.

Allah menutup keburukan kita, mengampuninya, membersihkan hati kita darinya, lalu membimbing langkah kita menuju jalan yang lebih baik.

Pada akhirnya, taubat bukan hanya tentang kemampuan kita meninggalkan dosa. Taubat adalah tentang Allah yang mengampuni, menolong, menjaga, dan membimbing kita agar tetap dekat kepada-Nya.

Maka jangan hanya memohon ampun.
Mohonlah juga agar Allah menjaga kita setelah diampuni.

Wallahu a’lam.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *